oleh : Adrian Rabuna (University of Fukui)
Tak terasa sudah 4 tahun kulalui sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di negeri sakura ini. Tak pernah kubayangkan sebelumnya kalau aku akan dapat tinggal dan belajar di negeri yang selama ini hanya dapat kulihat melalui televisi saja. Memang kita tidak tahu apa dan bagaimana skenario kehidupan yang sudah dipersiapkan Allah untuk kita. Kehidupan di negeri lain yang agama, norma dan kebiasaannya berbeda dengan negeri asalku Indonesia.
Pada awalnya sempat merasa agak khawatir juga apakah akan sanggup menjalani kehidupan yang beru di negeri asing. Namun lambat laun hal itu mulai hilang walaupun tidak sepenuhnya. Di negeri ini aku menjalani kehidupan yang berbeda dengan sebelumnya. Tidak hanya karena aku harus mulai hidup mandiri dengan mengurus segalanya sendiri. Berbeda dengan sebelumnya dimana aku masih tinggal dengan orangtuaku.
Di negeri ini pula aku mendapatkan sesuatu yang sangat berharga. Di sini aku mengenal Islam lebih dalam. Aku sendiri tak mengerti kenapa malah di negeri kafir ini aku menyadari bahwa ternyata Islam yang aku ketahui barulah sedikit dan bahkan banyak kesalahannya. Ya, aku bukanlah berasal dari keluarga yang kental dengan agama namun juga bukan dari keluarga yang jauh dari agama. Islam yang kutahu ketika aku masih di Indonesia hanyalah sebatas sholat dan ngaji, serta rukun Islam dan rukun iman saja. Namun ternyata Islam sangat luas, dan banyak hal yang belum kupelajari. Banyak pemahamanku dulu tentang Islam yang ternyata salah.
Aku bersyukur kepada Allah karena telah di beri petunjuk untuk mengenal Islam yang benar, Islam yang haq, yang jauh dari segala kesyirikan dan kebid’ahan yang sangat menyebar di Indonesia. Terkadang jika kita melaksanakan sunnah yang tidak dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin lain malah dianggap aneh.
Namun walaupun sudah mengenal Islam yang haq, yaitu Islam yang sesuai jalannya para Salafus Shalih, ada satu hal yang sangat mengganggu pikiranku akhir-akhir ini. Apakah aku dapat tetap istiqomah di jalan yang benar ini? Apakah aku dapat terus menuntut ilmu agama tanpa pernah berhenti ? Terutama dengan keadaanku sekarang yang tengah berada di negeri kafir yang gangguan dan godaannya sangatlah besar. Dan ditambah dengan kesibukanku yang sudah memasuki tahun akhir perkuliahan. Memang benar apa kata orang kalau lebih berat untuk mempertahankan daripada meraih sesuatu.
Tapi aku bersyukur di sini masih ada teman-teman seiman dan semanhaj yang selalu mengingatkanku. Walaupun kami sudah tidak tinggal di satu tempat lagi, teman-temanku masih senantiasa untuk saling mengingatkan. Walaupun aku merasakan tidak seperti dulu dikala kami masih bersama. Aku sangat merasakan indahnya ukhuwah yang terjalin di atas aqidah dan manhaj yang sama. Ukhuwah yang tak akan pernah putus sampai akhir zaman. Aku berharap kami semua dapat tetap saling istiqomah dan mempererat ukhuwah walau apapun yang menghadang…


Assallamualaikum saudaraku
Aku juga tinggal dijepang
aku yakin kamu pasti istiqomah
yang paling penting
1.Ingat Datum Islam Iman Ikhsan
2.Hidup adalah menulis data
jadi tulislah data yang sesuia dengan datum apapun profesimu
3.Datum bersamaan waktu dan tulisan indahmu, akan mengantarmu kejalan lurus yaitu jalan orang yang beruntung.
Selamat berusaha dan mari saling mendoakan
Semoga Allah menjadikan kita Orang yang beruntung
Amin
SOLEH
NOK Manufacturing Enggineering
08年11月22日
Oleh: soleh on November 22, 2008
at 6:54 pm